Welcome to my Blog, Happy reading and Jesus blessed

www.facebook.com/lucky.koloay

Wednesday, March 07, 2012

Jangan cepat Marah


Rabu, 7 Maret 2012

Ketika dalam perjalanan ku menuju Kantor Imigrasi, Warung Buncit, Bus Metro mini yang aku tumpangi sempat terhenti untuk beberapa saat,bukan karena mogok atau karena menunggu penumpang,tapi pengemudinya alias si Bapak Sopir sedang mengajak berkelahi pengendara mobil yang tidak terima atas ulah dari Pak Sopir Metro mini tersebut.

Bila aku melihat kasus yang ada, sebenarnya sih si Pak sopir nya tidak salah karena memang dia berada dijalurnya, he he he he he.Btwq, bukan karena aku ingin membela Pak Sopir,karena yang tinggal diJakarta pasti tahulah ula dari angkutan umum yang ada :)

Namun ada hal yang menarik yang saya ingin share disini....
Jadi, cerita di atas hanyalah kalimat pembuka saja, he he.

Hal yang menarik dari perhatian saya adalah sikap emosi yang begitu cepat meledak.
Dan saya rasa hal ini lah yang cepat memicu kita untuk tidak berpikir panjang sehingga begitu cepat menyelesaikan sesuatu bukan dengan bicara yang baik/musyawarah tapi dengan pertengkaran. Dan kita tidak bisa memungkiri, kebanyakan dari itu semua adalah akhir yang tidak baik.

Bukan kali ini saja saya melihat kejadian di atas dan bukan hanya seperti contoh diatas, tapi kita bisa lihat disekitar kita, ada begitu banyak manusia tidak dapat berpikir jernih dan panjang lagi karena sudah dikuasai oleh amarah.

Kalo saya pikir pikir......alias dalam pandangan saya, orang yang cepat marah seperti itu adalah orang yang sok merasa hebat dan ingin menunjukkan kehebatannya dan adalah orang yang tidak bisa menerima atau direndahkan. Itu menurut saya loch...jadi kalo ada yang tersinggung......oooo NOooooNooooo NOoooo

Ha ha ha ha....kita santai saja yach dan jangan sampai ada yang marah atau tersungging,e tersinggung.
Marilah kita berpikir kembali dan merenungkannya......
dari setiap kejadian demi kejadian yang terjadi.......
Seharusnya itu semua bisa menjadi pelajaran bersama untuk kita, sehinggan kita bisa menahan diri.....

Wednesday, January 18, 2012

Arti KEhidupan



Ada seorang Ayah dalam sebuah keluarga. Ia adalah seorang pekerja keras yang mencukupi seluruh kebutuhan hidup bagi istri dan ketiga anaknya. Ia menghabiskan malam sesudah bekerja dengan menghadiri kursus-kursus, untuk mengembangkan dirinya dengan harapan suatu hari nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Kecuali hari Minggu, sang Ayah sangat susah untuk bisa makan bersama-sama keluarganya. Dia bekerja dan belajar sangat keras karena dia ingin menyediakan keluarganya apa saja yang bisa dibeli dengan uang.

Setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak punya cukup waktu dengan mereka, dia selalu beralasan bahwa semuanya ini dilakukan untuk mereka. Tetapi seringkali juga, dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Suatu hari tibalah saatnya hasil ujian diumumkan. Dengan sangat gembira, sang Ayah ini lulus, dengan prestasi gemilang pula! Segera sesudah itu, dia ditawarkan posisi yang baik sebagai Senior Supervisor dengan gaji yang menarik.

Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, sekarang sang Ayah mampu memberikan keluarganya kehidupan yang lebih mewah, seperti pakaian yang indah-indah, makanan-makanan enak dan juga liburan ke luar negeri.

Namun, keluarganya masih saja tidak bisa bertemu dengan sang Ayah hampir dalam seluruh minggu. Dia terus berkerja sangat keras, dengan harapan bisa dipromosikan ke jabatan Manager. Nyatanya, untuk membuat dirinya calon yang cocok untuk jabatan itu, dia mendaftarkan diri pada kursus lain di Universitas Terbuka. Lagi, setiap saat keluarganya mengeluh kalau sang Ayah tidak menghabiskan cukup waktu untuk mereka, dia beralasan bahwa dia melakukan semua ini demi mereka.

Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan keluarganya.

Kerja keras Sang Ayah berhasil dan dia dipromosikan. Dengan penuh sukacita, dia memutuskan untuk memperkerjakan seorang pembantu untuk membebaskan istrinya dari tugas-tugas rutinnya. Dia juga merasa kalau flat dengan tiga kamar sudah tidak cukup besar lagi, akan sangat baik untuk keluarganya bisa menikmati fasilitas dan kenyamanan sebuah kondominium.

Setelah merasakan jerih payah kerja kerasnya selama ini, sang Ayah memutuskan untuk lebih jauh lagi belajar dan bekerja supaya bisa dipromosikan lagi. Keluarganya masih tidak bisa sering bertemu dengan dia. Kenyataannya, kadang-kadang sang Ayah harus bekerja di hari Minggu untuk menemani tamu-tamunya.

Lagi, setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak menghabiskan cukup waktu dengan mereka, dia beralasan kalau semua ini dilakukan demi mereka. Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

Seperti yang diharapkan, kerja keras sang Ayah berhasil lagi dan dia membeli sebuah kondominium yang indah yang menghadap ke pantai.

Pada malam pertama di rumah baru mereka, sang Ayah mengatakan kepada keluarganya bahwa dia memutuskan untuk tidak mau mengambil kursus dan mengejar promosi-promosi lagi. Sejak saat itu dia ingin memberikan lebih banyak waktu lagi untuk keluarganya.

Namun, sang Ayah tidak bangun-bangun lagi keesokan harinya .....

Pertanyaan untuk Refleksi: Apakah anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? (Anonim)

TWITTER UPDATES







All My Blogs

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Themes | Free Song Lyrics, Cara Instal Theme Blog